New Behavior Generator Strategy


Salah satu teknik NLP yang sangat cepat untuk membangun perilaku baru atau melakukan tindakan baru segera adalah menggunakan teknik New Behavior Generator Strategy yang dikembangkan oleh John Grinder akhir tahun 1970an. Kunci untuk mencapai impian atau Visi Anda adalah melakukan tindakan, tanpa tindakan maka Impian akan menjadi sebuah lamunan tanpa ada wujudnya. Salah satu proses yang paling penting adalah bagaimana menggerakan Visi menjadi Aksi. Teknik ini suka saya gunakan ketika membantu clients yang ingin melakukan tindakan atau memiliki perilaku baru segera, misalkan client yang melakukan olahraga, biasanya suka menunda dan bahkan tidak melakukannya. Ceritanya mau berolahraga tapi kenyataanya tidak. Nah dengan mengaplikasikan teknik New Behavior Generator ini akan membantu orang tersebut untuk melakukannya.

Strategi New Behavior Generator merupakan sebuah strategi yang elegan yang bisa diaplikasikan ke hampir semua situasi yang memerlukan fleksibilitas. Langkah-langkah dasarnya melibatkan gambar visual dari perilaku yang diinginkan dan secara kinestetik berasosiasi dengan gambar tersebut dan mencari apa ada kata-kata yang hilang atau unsur-unsur atau elemen yang perlu ditambahkan. Teknik ini melibatkan pergerakan mata untuk membantu mengakses gambaran konstruktif, mengingat gambar sebelumnya, self talk dan mengakses kinestetiknya.

Tujuannya adalah melatih melakukan semacam mental rehearsal dengan membayangkan skenario yang diulang-ulang dan membawanya ke dalam tindakan yang konkret dengan menghubungkan system representasi gambaran ke perasaan.

Sebuah penelitian dilakukan terhadap orang-orang yang selamat dari kecelakaan pesawat. Seseorang mewawancarai sejumlah orang yang terlibat dalam kecelakaan pesawat serius namun selamat, kebanyakan tanpa luka. Mereka ditanya bagaimana mereka berhasil keluar dari reruntuhan, dengan begitu banyak kekacauan terjadi, sementara banyak dari sesama penumpang yang tidak selamat. Ini adalah pertanyaan yang menarik karena keluar dari reruntuhan pesawat bukanlah sesuatu yang Anda bisa Anda latih. Bagaimana Anda mempersiapkan diri untuk melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya?

Jawaban yang paling umum untuk pertanyaan itu yang diberikan para korban adalah bahwa mereka telah menjalankan semacam "gladi resik" mental berulang kali di dalam pikiran mereka. Mereka memvisualisasikan urutan melepas sabuk pengaman mereka, keluar dari tempat duduk mereka, berjalan menyusuri lorong ke pintu keluar terdekat, melompat ke slide, dll. Mereka mengulangi gambar ini berulang kali, merasakan diri mereka melakukan apa yang mereka lihat dalam gambaran mereka, hingga tampak seperti mereka telah melakukan kegiatan ini berulang kali sebelumnya. Kemudian, setelah kecelakaan itu, saat semua kekacauan terjadi, mereka tidak perlu membuang-buang waktu atau pikiran sadar mereka tentang apa yang harus dilakukan. Program itu sudah ada di tempatnya. Salah satu dari orang-orang ini bahkan menyebutkan bahwa setelah kecelakaan itu, ia masih bisa merasakan keluar dari pintu pesawat dan tiba-tiba menyadari bahwa ia bisa mendengar orang yang duduk di sampingnya berteriak bahwa ia tidak bisa melepaskan sabuk pengamannya.


Find your Passion


Melanjuti artikel sebelumnya mengenai Success Factor Entrepreneurs dimana disebutkan 7 langkah Faktor Sukses seorang Entrepreneurs, yang mana langkah pertama adalah Find Your Passion, Menemukan Passion Anda. Artikel kali ini akan focus pada langkah ini yaitu Find Your Passion.

Salah satu fondasi kunci sukses yang sustainable, sukses yang berkelanjutan, adalah menemukan Passion Anda. Justru kunci utama nya ada di Passion, karena Passion adalah hasil dari pencarian Jati Diri Anda, your Identity/Self. Apa calling Anda? Apa calling Anda yang menggerakkan Anda? Apakah apa yang Anda lakukan selama ini beresonansi bagi Anda? Apakah apa yang Anda inginkan ketika Anda mengucapnya ada sesuatu yang ‘membakar’ dalam diri Anda (burning inside)? Apakah Anda menemukan kebahagiaan dalam menjalankan perjalanan kehidupan Anda? Seberapa besar Anda bahagia dengan kehidupan Anda saat ini?

Mengapa ada yang suksesnya cepat, jatuhnya juga cepat? Mengapa ada yang suksesnya tidak bertahan lama? Mengapa ada yang sangat sukses dan sustainability? Apa perbedaan yang membuat perbedaan? Dari berbagai model sukses Entrepreneurs dan Leaders yang saya baca dan interview, bisa dibilang hampir semua mengatakan bermulai dari Passion. Passion menjadi the driver, penggerak utama. Dari Success Factor Modeling yang dikembangkan oleh Robert Dilts, dimulai dengan mengekspresikan Passion baru ke Visi Misi. Bahwa seorang Entrepreneur atau Leader bisa mencapai Visi Misinya karena ada Passion yang menjadi penggeraknya Kunci sukses.

Untuk menemukan Passion Anda maka terlebih dahulu Anda mesti clear up dengan semua keyakinan yang membatasi Anda dan menguatkan Self/Identity Anda. Salah satu teknik yang bisa dieksplor adalah Identity Matrix yang diciptakan oleh Robert Dilts untuk membantu orang-orang dan organisasi belajar mengenal diri mereka sendiri sebagai point awal dan juga mengeksplorasi pusat dari Circle of Success mereka. Identity Matrix merupakan framework untuk mendefinisikan kunci keyakinan yang telah kita miliki bagi diri kita sendiri maupun mengenai team dan organisasi. Setiap orang memiliki kekuatan sekaligus bayangan atau shadow, selalu ada opposite, anda memiliki core sekaligus juga memiliki shadow. Anda memiliki potential sekaligus juga weakness. Anda memiliki Limitatation dan juga Boundaries. Identity Matrix bisa digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasikan Core Beliefs akan diri Anda, Proyek, Team dan Organisasi Anda yang mempengaruhi tindakan yang diambil maupun tidak.

Kunci dari kritikal sukses adalah terhubung dengan Purpose dan Motivasi secara terus menerus. Ketika anda sudah menjadi lebih clear dengan Identity dan Passion Anda, akan sangat bermanfaat untuk memperdalam dan memperkuat koneksi dengan Passion Anda, Anda bisa mengekspresikannya dengan menggunakan Indera Penglihatan, Pendengaran dan Perasaan Anda.



The Power of Intention


Masa depan seperti apa yang ingin Anda ciptakan? Masa depan yang Anda inginkan itu Anda bawa melalui pikiran, tindakan, perasaan, keyakinan, nilai-nilai dan goal Anda. Semua impian dan goal masa depan Anda bukan hanya refleksi dari pikiran bawah sadar, tapi juga dimediasi oleh Reticular Activating System (RAS). RAS merupakan bagian dari otak kita yang berfungsi sebagai filter antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar kita. RAS menerima instruksi dari pikiran sadar kita dan meneruskannya kepikiran bawah sadar.Untuk itu apapun yang Anda pikirkan atau yang Anda focuskan akan merembes ke dalam pikiran bawah sadar Anda hanya untuk muncul kembali di masa depan. Lha koq bisa? Karena begitulah fungsi biologisnya, contohnya: pernah ga suatu ketika Anda ingin membeli sebuah jenis mobil tertentu, setelah Anda beli, lalu Anda melihat di mana-mana ada mobil yang sama seperti yang Anda beli itu? Begitulah cara kerja RAS.

Jika Anda memahami cara kerja RAS, maka menetapkan intensi menjadi sangat penting dalam mendorong dan memberdayakan pikiran bawah sadar Anda untuk menghasilkan goal yang Anda inginkan. Ketika Anda menetapkan intensi, Anda telah mengarahkan RAS Anda menuju goal masa depan Anda dan juga menikmati perjalanan mencapai goal tersebut.

Agar Anda bisa mengalami bagaimana menetapkan kekuatan intensi dan secara positif memprogram RAS Anda, cobalah ketiga kalimat di bawah ini:

  1. “Saya berharap untuk menikmati makan siang ini”
  2. “Saya ingin menikmati makan siang ini”
  3. “Saya berniat untuk menikmati makan siang ini”

Perhatikan bagaimana dan apa yang sebenarnya Anda pikirkan ketika Anda mengucapkan ketiga contoh kalimat tersebut. Apa gambar, suara dan perasaan internal Anda? Apa perbedaan dari setiap kalimat di atas?

Perhatikan bagaimana setiap perubahan bahasa yang sederhana ini memberikan pengalaman yang sangat berbeda. Kalimat mana yang Anda rasakan yang memberikan gambaran Anda sepenuhnya menikmati pengalaman Anda? Memiliki niat/intensi agar sesuatu terjadi pada umumnya akan berasosiasi dengan pengalaman pencapaian goal Anda dan melibatkan semua perasaan, gambaran dan suara-suara.

Dengan mengetahui cara kerja RAS ini, maka gunakan kekuatan menetapkan intensi Anda. Ketika Anda menetapkan intensi Anda, Anda telah mengawinkan pikiran bawah sadar dan pikiran sadar Anda untuk membuat sesuatu terjadi. Itu seperti Anda mengirim sebuah pesan ke RAS Anda dan Anda mengharapkan itu terjadi.



Modeling with NLP – Part 1


Essensi dari NLP adalah Memodel. Ketika Anda meniru apa yang dilakukan dan hasil yang dicapai orang lain, anda telah melakukan apa yang disebut dengan Modeling/Memodel. Modeling melibatkan memproduksi kembali tahapan pemikiran yang sama, bahasa dan pola perilaku dari orang yang dimodel. Tujuan memodel dalam bisnis adalah untuk memreproduksi keunggulan seseorang. Jika anda ingin mereproduksi kesuksesan dari seorang sales yang top atau seorang manager yang handal, maka anda bisa melakukan dengan modeling. Anda bisa belajar bagaimana mereka melakukannya sehingga anda bisa melakukannya bagi diri anda sendiri.

NLP adalah sebuah proses aktif. Semakin anda memodel keunggulan, semakin anda akan menemukan. NLP mengoperasi pada level yang lebih tinggi, bukan hanya belajar apa yang bekerja tapi juga bagaimana cara kerjanya. Itulah sebabnya kebanyakan peserta training saya yang sudah mengikuti training yang lain mengatakan kebanyakan training yang mereka ikuti memberitahukan apa, tapi tidak mengajarkan bagaimana caranya sampai mereka ketemu tools NLP.

Salah satu asumsi NLP yang sangat membantu kita mencapai impian kita adalah Jika orang lain bisa, saya juga bisa, jika mungkin bagi dunia ini, mungkin juga bagi saya. Modeling lebih mempertimbangkan bagaimana ketimbang mengapa. Modeling adalah sebuah kondisi adanya keingintahuan. Keingintahuan ini memerlukan mendengar, melihat, menghargai dan belajar dari orang lain. Modeling adalah salah satu ketrampilan paling penting yang dibutuhkan. Anda bisa memodel segala sesuatu dalam berbagai aspek. Anda bisa menjadi orang yang unggul yang memiliki kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan orang lain, mencapai yang terbaik, berkomunikasi, memimpin, menginspirasi, membangun networking, meningkatkan komitmen dll. Dengan modeling, anda bisa mengembangkan kesadaran/awareness dari proses tersebut. Dengan menggunakan ketrampilan modeling NLP, anda secara sadar bisa mengetahui tingkat ketrampilan yang anda butuhkan. Dengan kesadaran, anda bisa mencapai hasil yang jauh lebih baik secara konsisten.

Misalkan anda ingin meningkatkan komunikasi, dalam konteks keluarga anda memiliki komunikasi yang lancar, namun dalam konteks pekerjaan bertemu klien, anda tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Anda bisa memodel diri anda untuk menemukan apa perbedaan di antara kedua itu, jadi anda bisa menggunakan kemampuan berkomunikasi dalam konteks yang anda inginkan.

Kita mencapai hasil yang kita lakukan lewat program yang kita jalankan di dalam pikiran dan tindakan kita. Seperti program komputer yang memiliki kode yang berurutan, yang disebut program personal adalah urutan dari kode mental dan perilaku. Ketika anda berjalan, berbicara, membaca, marah, tertawa, malas dll, mungkin anda berpikir secara sadar bagaimana anda melakukannya. Kenyataanya tidaklah demikian. Program yang membuat itu terjadi demikian karena sudah ada di bawah sadar anda. Nyatanya, secara sadar anda tahu malas itu tidak baik tapi koq anda masih berperilaku malas? Secara sadar Anda tahu bahwa perilaku anda tidak baik namun anda terus melakukannya kembali. Itulah yang disebut Knowing and Doing Gap. Itu karena sudah terbentuk patterns sedemikian rupa di bawah sadar anda yang di NLP disebut strategies.

Untuk itu jika anda ingin memodel keunggulan bagi diri anda sendiri maupun orang lain, anda harus mengetahui strategi bawah sadar/unconcious dan juga conscious yang mampu membuat anda melakukan apa yang harus anda lakukan. Ketika anda memiliki strategi bagaimana seseorang mengelola pengalamannya, anda memiliki kunci untuk mereproduksi pengalaman itu bagi anda sendiri.



Success Factor of Entrepreneurs


Apa saja Factor Sukses seorang Pengusaha? Apa yang dilakukan oleh para Entrepreneurs yang Sukses dalam membesarkan perusahaan mereka? Bagaimana Entreprenuers Generasi Berikutnya? Guru saya Robert Dilts telah melakukan Study dan Observasi ke sejumlah Top Entreprenuers dan Entrepreneurial Leader yang membawa dia memformulasikan sebuah Model yang disebut SFM (Success Factor Modeling) Circle of Success.

Sering kita mendengar kata-kata Sukses. Apa sukses menurut Anda? Sukses berhubungan dengan kemampuan untuk mencapai hasil yang diinginkan, apapun itu. Untuk menjadi Sukses perlu mengembangkan Motivasi, Keterampilan dan Sumber Daya yang diperlukan untuk mencapai Goal yang diinginkan. Dan semua itu bisa dipelajari, semua keterampilan bisa dipelajari, salah satunya kita bisa memodel dan belajar dari orang yang Sukses, apa yang mereka lakukan, strategi apa yang digunakan, apa yang perlu anda kembangkan agar bisa sukses seperti mereka, mindset apa yang dimiliki oleh orang-orang sukses? Dan ini menjadi sangat penting, karena dari mindset akan menghasilkan tindakan, dan tindakan akan memberikan hasil sesuai dengan yang anda inginkan. Tidak ada hasil tanpa tindakan, dan tindakan yang dilakukan tergantung dari Cara Berpikir, bagaimana melihat peluang dibanding hambatan, bagaimana merespon terhadap situasi dan tantangan dll.

Untuk menjadi seorang Entrepreneur yang Sukses, menurut Robert Dilts diperlukan 7 langkah sbb:

  1. Find your passion
  2. Express your passion as a vision
  3. Connect to your mission
  4. Transform limitations and give yourself permission to succeed
  5. Understand people and their motivations
  6. Build of Circle of Support
  7. Turn your Vision into Action

Jadi langkah paling pertama adalah menemukan apa Passion Anda, dari situ baru diekspresikan sebagai Visi jangka panjang anda, lalu hubungkan dengan Misi Purpose anda. Selanjutnya mengtransformasikan hambatan-hambatan atau batasan yang menghalangiAnda, jika banyak keyakinan yang membatasi, tentu perlu ditindaklanjuti dengan mengeliminir keyakinan yang membatasi tersebut, apakah lewat Coaching atau Training. Berikutnya memahami orang dan motivasi mereka, ini menjadi penting karena dalam menjalankan Bisnis Anda, Anda perlu berhubungan dengan Karyawan, Customer dan Kolega. Anda perlu membangun komunikasi yang efektif, kepercayaan, kerjasama team, mengorganisir/mengelola team, memahami apa motivasi mereka, dll. Dan terakhir membangun lingkaran sukses Anda, siapa saja yang akan mendukung sukses Anda, Aliansi, Partnership dan Berkolaborasi. Dan terakhir mengubah Visi menjadi Aksi.


The Meaning of Communication is the Response You Get.


Minggu lalu ketika saya sedang berada di sebuah coffee shop sambil bekerja beberapa hal, di samping meja saya yang tidak terlalu jauh duduklah seorang wanita dan pria. Tanpa sengaja saya mendengar percakapan tersebut karena suara pria tersebut cukup keras terdengar dari meja saya. Nampaknya pria itu dari sebuah perusahaan asuransi yang sedang merekrut calon agent. Pria tersebut dengan semangat menjelaskan profesi seorang agen dan manfaatnya. Nampak dia begitu serius menjelaskan, tapi sayang sekali si wanita tersebut tidak begitu mendengarkan, hal itu terlihat jelas si wanita tersebut sambil menunduk main HP nya dan sekali-kali mengangkat kepalanya. Si pria tersebut kelihatan tidak peduli, masih asyik menjelaskan, jelas si pria tersebut kehilangan kalibarasi sama sekali, tidak ada pacing apalagi mau leading. Dan apa yang terjadi, benar juga dugaan saya, hanya berselang lima menit, si wanita itu pamit pergi. Jelas kelihatan si wanita tersebut kelihatan tidak tertarik untuk mendengarkan apalagi bergabung menjadi agent.

Salah satu presupposition NLP adalah “The meaning of communication is the response you get”. Jika Anda tidak mendapatkan respon maka sebenarnya Anda belum berkomunikasi. Nah dalam konteks si pria tadi yang mau merekrut calon agen, untuk berhasil merekrut di bisnis asuransi jiwa, bukan hanya diperlukan kemampuan berkomunikasi, bukan hanya mendapatkan respon tapi juga kemampuan mempengaruhi agar agent tersebut bisa bergabung.

Sering kita mendengar seorang manager mengatakan saya sudah memberitahu staff saya beberapa kali tapi dia tetap tidak melakukannya. Atau para orangtua yang mengatakan sudah sering memberitahu anaknya tapi tetap saja anaknya tidak melakukan apa yang diminta. Memberitahu belum tentu memahami, memahami belum tentu merespon. Ketika kita berkomunikasi dan tidak mendapatkan respon, seharusnya ini menjadi feedback bagi yang menyampaikan agar komunikasi kita bisa mendapatkan respon. Apakah cara komunikasi kita yang perlu diperbaiki, apakah pemahaman persepsi yang berbeda, seberapa baik kita mengenal peta model dunia orang itu, dll. Salah satu presuposisi NLP dalam berkomunikasi adalah bahwa semakin besar peta model dunia kita maka semakin banyak pilihan dan efektif dalam berkomunikasi. Untuk memperbesar peta model dunia kita maka kita perlu belajar menambah pengetahuan. Contohnya jika Anda tahu gaya komunikasi seseorang, maka Anda akan berkomunikasi dengan menggunakan gaya komunikasi orang tersebut. Jika Anda mengetahui Pattern seseorang, maka Anda akan menggunakan bahasa Pattern orang tersebut agar bisa mempengaruhi orang itu, sehingga orang tersebut akan merasa cocok dan termotivasi. Untuk mengetahui itu semua maka perlu belajar dan mengembangkan diri Anda. Seseorang tidak langsung menjadi seorang komunikator yang hebat, dia perlu terus belajar memperbesar peta model dunianya, semakin besar peta model dunianya, semakin memudahkan dia berkomunikasi dengan sejumlah orang dari latar belakang yang berbeda.

Jika Anda ingin belajar mengetahui Pattern seseorang, Anda bisa mengikuti LAB Profile Practitioner, Anda akan belajar mengenal 14 Patterns


The Map is Not The Territory”


Salah satu presuppositions NLP yang sangat popular adalah “the map is not the territory”. Setiap orang di dunia ini memiliki peta realitanya sendiri, mereka memiliki filternya sendiri. Filter yang kita gunakan lewat kehidupan kita mempengaruhi realita peta kita. Walaupun kita memiliki wilayah yang sama, tapi karena kita menggunakan filter yang berbeda dan peta yang berbeda, maka wilayah tersebut kelihatan jadi berbeda. Sebagai manusia, kita tidak pernah tahu realita karena kita harus mengalami realita tersebut lewat ke lima indera kita. Untuk itu kita lebih cendrung merespon peta realita kita sendiri ketimbang merespon terhadap realita itu sendiri. Kita semua memiliki pandangan terhadap dunia kita sendiri, yang berdasarkan peta neurolinguistik telah kita bentuk. Peta neurolinguistik ini yang akan menentukan bagaimana kita menginterpretasikan, memberikan makna atau arti terhadap perilaku dan pengalaman kita dan bagaimana kita bereaksi terhadap dunia di sekitar kita. Untuk itulah tidak ada satupun peta individu yang lebih benar daripada yang lain. Setiap orang memiliki petanya masing-masing terhadap model dunia ini. Oleh sebab itu, pada umumnya bukan realita dari eksternal yang membatasi, menghambat atau membuat kita tidak berdaya, tapi lebih cendrung dikarenakan peta realita kita sendiri. Sehingga akan membentuk sebuah keyakinan yang membatasi, yang membuat kita tidak memiliki kekuatan untuk mencapai apa yang dia inginkan. Keyakinan yang membatasi ini bisa berdasarkan pengalaman kita sendiri maupun orang lain, yang menghambat seseorang untuk mencapai apa yang diinginkan.

Contohnya ketika saya mengajar anak-anak yang ikut program Holiday Camp, kebanyakan anak-anak yang memliki nilai mata pelajaran yang jelek karena menganggap mata pelajaran tersebut susah, dan ini merupakan keyakinan yang membatasi mereka. Anggapan mata pelajaran tersebut susah berdasarkan peta realita mereka lewat pengalaman mereka sendiri. Mungkin mereka pernah mengalami tidak bisa mengerjakan soal ulangan mata pelajaran tersebut dan mendapatkan nilai yang jelek, lewat satu pengalaman tersebut telah membentuk keyakinan mereka terhadap mata pelajaran tersebut, padahal bisa jadi kebetulan pada saat ulangan tersebut mereka pas tidak belajar. Pernah satu ketika saya coaching seorang anak remaja yang bingung memilih universitas yang mana, ada dua universitas yang ingin dia apply, tapi teman-temannya mengatakan bahwa kedua universitas tersebut susah untuk masuk, kriterianya tinggi, pelajarannya susah dll. Dia ingin dicoaching supaya mantap memilih jurusannya dan dia memiliki keyakinan yang membatasi karena mendengar dari orang lain. Pengalaman orang lain digeneralisasikan bahwa untuk diterima di univesitas tersebut tidak mudah dan sulit, peta realita dari orang lain dijadikan referensi buat dia yang akhirnya membentuk limiting beliefnya. Hal-hal seperti ini sering terjadi di lingkungan kita dan pekerjaan kita.

Semakin besar peta kita maka semakin banyak pilihan yang kita miliki. Untuk itu kita perlu memperkaya peta kita dengan belajar, menambah pengetahuan dengan baca buku dan ikut training



Bagaimana Mood mempengaruhi Kesuksesan Anda?


Bagaimana kondisi anda hari ini? Apa yang anda rasakan? Happy, relax, sedih, kesal atau BT (Bad Mood)? State/Mood apa yang paling banyak anda alami dalam kehidupan anda setiap hari? Good mood atau Bad mood? Bagaimana mood anda mempengaruhi kehidupan anda?

Di dalam training NLP Practitioner Certification, saya selalu mengatakan state merupakan salah satu barang komoditas yang paling mahal sedunia. Kenapa demikian? Karena sebagai manusia, kita berurusan dengan mood setiap saat bukan? Kemampuan kita menjaga dan mengelola state sangatlah penting, ini akan sangat membantu kesuksesan kita. Apakah anda pernah kehilangan proyek anda karena anda tidak bisa mengendalikan emosi amarah anda? Apakah anda pernah kehilangan penjualan anda karena anda tidak cukup sabar? Apakah anda pernah berteriak kepada anak-anak anda atau tidak mendengarkan mereka karena anda tidak berada dalam mood yang baik? Apa yang terjadi ketika anda tidak bisa mengontrol mood anda, ketika anda kehilangan kesabaran anda, ketika anda merasa malas, ketika anda tidak memiliki motivasi dsbnya? Anda merasakan hari itu segala sesuatu berjalan salah semua bukan? Apapun yang anda lakukan, serasa tidak ada yang benar, apakah begitu?

Salah satu bahan dasar untuk mencapai Kesuksesan adalah kemampuan anda untuk mengontrol dan mengelola state anda. Ini adalah kunci utama Sukses karena kita berhubungan dengan emosi setiap hari dan sebagai manusia, kita memiliki emosi terlepas itu bagus atau jelek. Ketika anda memiliki state yang bagus, tentunya akan meningkatkan motiivasi anda, anda mengerjakan segala sesuatu dengan bergairah dan senang. Customer anda juga bisa melihat ketika anda memiliki mood yang bagus dan tentunya mereka ingin membeli dari orang yang mukanya kelihatan happy. Anak anda juga akan merasa senang ketika berbicara dengan anda.

Salah satu peserta training saya berbagi cerita (sebut saja Tony), ketika dia akan memberikan motivasi kepada komunitas anak muda. Pagi itu dia merasa kurang enak badan, padahal dia harus tampil dengan baik dengan motivasi yang tinggi. Ketika itu dia langsung teringat apa yang saya ajarkan di training, saat itu dia langsung mengubah statenya, ketika dia mengubah statenya, dia merasakan aliran energi yang membakar dan bahkan energynya mengalir dan seluruh peserta bisa merasakan semangat motivasinya. Di sisi yang lain, peserta training yang lain (sebut saja Alan) berkata, dia selalu marah/kesal ketika melalui jalanan yang macet dan terkadang dia berteriak dan marah-marah ke mobil yang lain. Dia mengatakan dia tidak bisa mengontrol amarahnya dan itu selalu terjadi.

Jadi, apa yang membedakan antara orang yang bisa mengelola state dan yang tidak bisa? Salah satu NLP Presuppositions favorit saya adalah ”Energi flows where attention goes”. Ketika kita hanya berfokus pada satu hal, seluruh pikiran kita akan mengarah kesitu, itu yang disebut fokus. Ketika kita fokus pada semua sumber daya kita, perhatian kita akan menuju kesitu dan tiba-tiba anda mengatakan “aha…Saya dapat ide….”. Hal yang sama terjadi dengan Tony dan Alan. Ketika Tony menyadari dia harus memberikan seminar motivasi, dia mengubah statenya, dia mengubah fokusnya untuk memberikan hasil yang tebaik kepada peserta seminar. Dia tidak berfokus pada badannya yang kurang enak, bahkan dia lupa kalau dia merasakan kurang enak badan. Dia mengatakan dia harus memperlihatkan semangat motivasinya sehingga semua peserta seminar juga bisa termotivasi. Sementara Alan, dia terlalu berfokus dengan menyalahkan situasi dan itu memberikan dampak negatif terhadap statenya, moodnya jelek dan marah-marah. Sebenarnya, semakin anda merasa buruk/jelek semakin anda akan lebih parah.

Berapa banyak di antara kalian yang mengalami hal yang sama seperti Tony dan Alan? Seberapa sering terjadi dalam kehidupan anda sehari-hari? Apakah anda lebih banyak fokus pada mood jelek atau mood baik? Bagaimana mood tersebut mempengaruhi kehidupan anda, terhadap pekerjaan anda, keluarga dll? Kebanyakan orang berfokus pada hal-hal yang tidak bersumberdaya, terlalu banyak menghabiskan energinya untuk sesuatu yang tidak produktif. Itulah sebabnya kebanyakan orang menyalahi situasi dan kondisi karena mereka fokus pada masalah bukan pada solusi. Itulah yang dipelajari dari NLP, NLP berfokus pada orientasi solusi.

Ingat, kebanyakan orang yang Sukses adalah mereka yang mampu mengelola state mereka dengan baik.

Semoga bermanfaat!!!



How People Achieve Results - Part 2


Pada artikel bagian pertama kita membahas mengenai 4 alasan mengapa karyawan Anda tidak melakukan apa yang Anda harapkan dan juga mengenai 3 kunci bagaimana orang-orang mencapai hasil. Artikel ini akan membahas alasan nomor 3 & 4 yang lebih berhubungan dengan Attitude.

Kita menerima informasi dari luar lewat proses filter pengabaian/penghapusan, distorsi dan generalisasi yang secara terus menerus setiap orang melakukannya tanpa disadari, yang salah satunya membentuk attitude dan motivasi kita. Attitude dan motivasi kitalah yang akan mempengaruhi perilaku kita dan perilaku kita akan mempengaruhi tindakan yang akan kita lakukan, dan tindakan yang kita lakukan akan mempengaruhi hasil yang kita inginkan.

Sebagai contoh: kenapa ada seorang anak yang mati-matian belajar agar bisa juara satu dan mendapatkan hadiah sementara anak yang lain mati-matian belajar agar tidak ditertawai oleh teman-temannya/guru jika mendapatkan nilai jelek. Sama-sama belajar mati-matian, tapi apa yang membedakan? Yang satu karena ingin juara satu mendapatkan hadiah, yang satu lagi karena takut/malu ditertawai oleh teman-temannya. Yang membedakan dari kedua anak ini adalah arah motivasinya yang berbeda.

Contoh kedua, ada orang sales yang mengejar target pencapaian karena bisa mendapatkan komisi dan insentif besar sementara yang lainnya mengejar target karena takut dipecat jika tidak mencapai target. Dua-duanya mengejar target tapi motivasi yang menjadi trigger kedua orang ini berbeda. Satu karena ingin mendapatkan komisi dan insentif, yang satunya lagi karena takut dipecat.

Nah dalam hal ini sebagai manager/leader, Anda perlu tahu mengapa karyawan Anda melakukan itu, alasan yang ke 3. Jika Anda tahu apa yang menjadi motivasinya, apa arah motivasinya, apa sumber motivasinya, seberapa besar tingkat motivasinya, maka Anda akan jauh lebih mudah memotivasi mereka sesuai dengan attitude dan motivasi mereka. Jadi daripada mengubah perilaku mereka, lebih baik Anda tahu apa attitude dan motivasi mereka sehingga Anda bisa mempengaruhi perilaku mereka untuk menghasilkan seseuai dengan apa yang Anda harapkan.

Termasuk juga untuk alasan yang ke 4, ketika mereka berpikir cara mereka lebih baik, bisa saja mereka sangat internal, orang-orang yang internal mempunyai standard referensi dari dalam dirinya, sehingga instruksi yang Anda berikan akan dianggap hanya sebagai informasi. Untuk itu ketika mereka keluar dari ruangan Anda, mereka akan tetap melakukan apa yang menurut mereka itu benar. Dan terkadang sebagai manager, Anda bisa merasa tidak dihargai karena tidak mengikuti instruksi Anda. Dan bisa Anda bayangkan apa yang terjadi komunikasi Anda dengan karyawan Anda? Tentunya akan terjadi miskomunikasi, mispersepsi yang semuanya bisa berakibat fatal terhadap performance team Anda dan terhadap organisasi secara keseluruhan.

Lalu bagaimana karyawan mencapai hasil seperti yang Anda inginkan? Nantikan di bagian ke 3.

Semoga bermanfaat...!!!



Resolusi 2017


Setiap memasuki tahun baru, kita sering mendengar kata resolusi, baik di lingkungan kerja maupun di media, apalagi sekarang banyak orang mengposting resolusinya agar banyak yang tahu, rasanya sudah hal yang biasa. Banyak orang yang membuat resolusi termasuk kita sendiri. Nah resolusi itu sendiri apa sih artinya? Resolusi adalah sebuah ketetapan dari diri kita, sebuah kebulatan tekad untuk mengambil sikap, tindakan, ataupun perubahan perilaku yang berbeda dari sebelumnya, sebuah harapan yang sungguh-sungguh dari seseorang. Apakah setiap orang bisa mencapai resolusinya? Belum tentu, ada yang capai dan ada yang tidak, ada yang bahkan sudah bertahun-tahun juga tidak mencapai. Bagi yang tidak mencapai, bisa jadi langkah-langkah dalam penyusunan resolusi perlu diperbaiki. Bagaimana caranya membuat sebuah resolusi yang baik agar bisa tercapai?

Cara efektif menyusun sebuah Resolusi:

  1. Putuskan apa yang anda inginkan. Anda harus tahu persis apa yang anda inginkan. Goal anda harus jelas, tidak mengambang. Maksudnya tidak mengambang? Contoh: kalau anak anda ingin nilai bagus, maka harus jelas nilai bagusnya itu berapa angkanya. Nilai bagus menurut anda bisa berbeda dengan nilai bagus menurut anak anda lho.
  2. Keputusan itu harus datang dari yang bersangkutan, bukan disuruh orang lain. Artinya bisa dikontrol oleh yang bersangkutan. Contoh: anda ingin anak anda juara 1, sementara anaknya tidak ingin, menurut dia sekolah itu untuk belajar yang penting lulus KKM. Jadi keputusan juara 1 itu tidak bisa dikontrol oleh anak anda.
  3. Harus ada alasan yang kuat kenapa anda ingin mencapai Resolusi tersebut. Apa maksud tujuannya? Apa manfaatnya bagi anda?
  4. Buat rencana tindakan apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai resolusi tersebut
  5. Lakukan dengan konsisten dan komitmen.
  6. Lakukan dengan penuh gairah, jika anda memiliki passion terhadap apa yang anda lakukan maka semua akan terasa ringan.
  7. Ketika anda mencapai resolusi tersebut, apa yang anda lihat, dengar dan rasakan.

Semoga bermanfaat...!!!